Kuliah...semua orang yang pernah melewati jenjang SD, SMP, dan SMA, ujung-ujungnya juga pengen kuliah. Sebenarnya apa sih motif kita untuk masuk kuliah?
Ingin dapat kerjaan?
Disuruh orang tua?
Atau...ingin nyari jodoh? *nah lo...jodoh lagi, jodoh lagi, hehehe...
Ketiga aspek tersebut bisa juga dimasukkan kedalam alasan kenapa kita ingin kuliah sebelum merasakan bagaimana rasanya kuliah itu. Bahkan, mungkin kalian-kalian punya motif-motif sendiri kenapa ingin kuliah, ya kan?
Kalau aku pribadi, dulu kepengen banget kuliah itu karena sama sekali nggak ada tujuan. Taunya tamat SMA ya harus kuliah, gitu aja tanpa menggali pikiran. Maklum dulu kan pikiran masih cetek gitu, hehehe...
Tapi, ternyata setelah ngerasain rasanya kuliah, aku mulai berpikir lebih dalam lagi kenapa harus kuliah?
Sekarang misi aku dalam kuliah adalah bukan mengejar IP tinggi, melainkan mencari relasi sebanyak-banyaknya, mencari pengalaman baru, melatih kecerdasan emosional ketika menghadapi beragam tipe manusia sehingga nanti ketika tamat kuliah, aku bisa bermasyarakat secara baik dengan semua orang.
Paradigma seperti itu aku dapat dari mata kuliah 'Belajar dan Pembelajaran' waktu semester 4. Dari makul ini, aku jadi sadar kalau seseorang yang hanya memprioritaskan IP atau kecerdasan intelektualnya saja, maka belum tentu ketika terjun di masyarakat, orang tersebut bisa sesukses nilai yang diraihnya sewaktu masih sekolah atau kuliah.
Malah, akan berbanding terbalik dengan orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik walaupun nilai atau IP cukuplah buat makan, hehehe...
Orang-orang yang seperti ini, akan bisa bertahan hidup dalam segala situasi karena mereka dapat bergaul dengan baik sehingga memiliki banyak relasi dan juga mereka akan teguh pada agamanya sebagai panduan utamanya dalam menjalani hidup.
Menurut Goleman (2000:44), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.
Tuh kan bener, kalau kecerdasan emosional itu penting. Jadi, jangan sedih ya kalau nilai atau IP kita belum memuaskan karena kita diciptakan ke dunia ini memiliki potensi masing-masing dan juga harus rajin diasah supaya menjadi manusia unik. Unik! Inget ya unik...be different is the best choice in the world. Nggak usah mau jadi pasaran terus ya...hohoho...
Udah tau belum misi kamu dalam kuliah? Kalau belum, pikirin lagi ya jadi nggak sia-sia deh kuliah selama 4 tahun...
Good Luck ."(^_^)".